ARDHIII'S BLOG

ARDHIII'S BLOG

Rabu, 09 April 2014

PEMURNIAN DAN PEMISAHAN
A.    Pelaksanaan
Hari/tanggal                : Kamis, 29 November 2012
Waktu                         : 11:00-selesai
Tempat                        : Laboratorium IPA IAIN Mataram
Tujuan                         : Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan dekantasi, filtrasi,
                                      kristalisasi, dan rekristalisasi
B.     Landasan Teori
a.       Dekantasi
Dekantasi adalah proses mengenapkan semua endapan kemudian menuang hati-hati cairan di atas endapan sehingga endapan tetap tinggal dalam wadah semula.  Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi). Metode ini lebih cepat dibanding filtrasi tetapi hasilnya kurang efektif. Cara ini lebih efektif kalau partikel padatnya besar-besar. (A. Hadyana Pudjaatmaka, 1999: 166)
b.      Filtrai
Filtrasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan mneggunakan filter (penyaring). Hasil filtrasi disebut filtrat sedangkan sisa filtrasi disebut residu atau ampas.  Seperti halnya dikantir, proses penyaringan juga diguanakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya cairan dan padatan. Bedanya ukuran padatan cukup kecil sehingga tidak mengendap didasar cairan, tetapi tersebar pada cairan. Jika campuran jenis ini dikantir, maka padatan dan cairan tidak terpisah dengan baik. Untuk itu dilakukan penyaringan (filtrasi). (David W. Oxtoby, dkk, 2001: 342)
c.       Kristalisasi
Kristalisasi (crystallization) adalah proses terpisahnya zat terlarut dari larutan dan membentuk Kristal. Perhatikan pengendapan dan kristalisasi kedua-duanya menjelaskan terpisahnya zat padat berlebih dari larutan lewat jenuh. Namun kedua padatan yang terbentuk melalui kedua proses berbeda penampilanya. Kita biasannya membayangkan bahwa endapan terbentuk dari partikel kecil, sementara Kristal dapat berukuran besar dan bentuknya bagus. (Raymond Chang, 2003:4)
d.      Rekristalisasi
Rekristalisasi adalah satu dari metode yang ampuh untuk pemurnian zat padat didasarkan atas perbedaan antara kelarutan zat yang diinginkan dan kotorannya. Dalam rekristalisasi sebuah larutan mulai mengendapkan sebuah senyawa bila larutan tersebut mencapai titik jenuh terhadap senyawa tersebut. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu dikala suhu diperbesar. Karena konsentrasi total impuritif biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin maka konsentrasi impuritif yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap. (David W. Oxtoby, dkk, 2001: 344)
Alat
Bahan
Gelas kimia
Tabung reaksi
Corong
Pemanas
Alat destilasi
Kertas saring
Batu didih
Kapur
Garam dapur
CuSO4. 5H2O
aquadest
C.    Alat dan Bahan
D.    Cara Kerja
Berikut adalah berbagai prosedur memisahkan berbagai campuran menjadi zat murni:
1.      Memasuukkan 2 atau 3 sendok bubuk kapur ke dalam gelas kimia yang berisi air  25 mL, aduk. Sebagian isi ( 5 mL) dituangkan dalam tabung sentrifuga atau tabung reaksi, lalu disentrifuga. Memisahkan sentrat dari endapan dengan cara dekantasi. Bagian ini lainnya dalam gelas kimia disaring, filtratnya ditampung. Membandingkan filtrate denga sentrat.
2.      Melarutkan garam dapur yang kotor dengan air sedikit mungkin, saring, dan filtratnya diuapkan (dalam cawan penguap) sampai kering. Singkirkan pembakar dan biarkan semua air menguap. Membandingkan garam sebelum dan sesudah proses.
3.      Proses rekristalisasi: melarutkan 5 gram embaga sulfat ke dalam 25 mL air. Saring bila diperlukan. Menambahkan batu didih dan menguapkan hingga volumenya  19 mL. menyingkirkan api membiarkan dingin tanpa digoyang.
E.     Hasil Pengamatan
No
Jenis Pemisahan
Perlakuan
Pengamatan
1
Dekantasi
Dimasukkan 2 sendok bubuk kapur dan 25 ml air kemudian diaduk lalu ditunggu mengendap dan dipisahkan antara air dan bubuk kapur
Air berubah warna menjadi putih dan terbentuk juga endapan bubuk kapur
2
Filtrasi
Dimasukkan 2 sendok  bubuk kapur dan 25 ml air kemudian diaduk dan ditunggu mengendap, lalu disaring antara air dan bubuk kapur menggunakan corong yang dialasi kertas saring.
Filtrate berwarna bening dan endapan kapur tersangkut di kertas saring
3
kristalisasi
Dimasukkan garam dapur dengan air sedikit mungkin, saring dan filtratnya diuapkan (dalam cawan penguap) sampai kering. Singkirkan api dan bandingkan garam sebelum dan sesudah proses.
Dihasilkan kristal garam yang mengkilap
4
Rekristalisasi
Dimasukkan 25 mL akuades ke dalam beker kecil lalu ditambahkan 5 gram tembaga sulfat, tambahkan batu didih dan uapkan hingga volume 19 mL. dan biarkan dingin tanpa digoyang.
Dihasilkan Kristal berwarna biru muda yang sebelumnya berwarna biru tua
F.     Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan kami dapat mrngetahui proses pemurnian dan pemisahan larutan dapat menggunakan cara-cara sebagai berikut:
a.        Dekantasi
Pemisahan komponen – komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspense). Berdasarkan percobaan, warna air menjadi berubah putih disebabkan oleh materi – materi lain yang ada pada kapur ikut larut dan merubah warna air yang awalnya jernih menjadi putih. Lalu terbentuk endapan kapur yang sempurna.
b.      Filtrasi
Cara pemisahan zat padat dari cairan melalui saringan (filter) yang berpri – pori, di laboratorium kita dapat bereksperimen untuk memisahkan kapur dan air dengan corong yang dilapisi kertas saring.Kapur akan tinggal di kertas saring dan air turun ke bawah menembus kertas saring, cairan hasil saringan tersebut disebut filtrate. Cara filtrasi juga digunakan untuk memisahkan zat – zat yang kelarutannya berbeda.
c.       Kristalisasi
Dari percobaan kita dapat melihat bahwa kristalisasi adlah suatu proses pengkristalan larutan, dimana di praktikum ini kami mengkristalkan  larutan garam dapur yang kotor, setelah proses pengkristalan garam dapur yang semulanya kotor terlihat sangat putih dan mengkilat.
d.      Rekristalisasi
Proses dimana  zat terlarut dimurnikan dengan pengkristalan berturut – turut dari dalam suatu pelarut. Tahap – tahap dalam rekristalisasi adalah pelarutan, penyaringan, pemanasan, dan pendinginan. Syarat pelarut yang baik untuk rekristalisasi yaitu memiliki daya pelarut yang tinggi pada suhu tinggi dan daya pelarut yang rendah pada suhu rendah, menghasilkan Kristal yang baik dari senyawa yang dimurnikan, dapat melarutkan senyawa lain, mempunyai titik didih relative rendah (mudah terpisah dengan Kristal murni), dan pelarut tidak bereaksi dengan senyawa yang dimurnikan. Contohnya disini untuk proses rekristaisasi kami menggunakan tembaga sulfat, dimana tembaga sulfat ini kami melakukan tahap-tahap rekristalisasi seperti yang di jelaskan diatas, setelah itu kami diamkan larutan tersebut selama beberapa hari lama-kelamaan larutan tersebut akan mengkristal.
DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta:
          Erlangga.
Oxtoby, David W., dkk. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Jilid 1 Edisi 4. Jakarta: Erlangga.
Pudjaatmaka, A. Hadyana. 1999. Kamus Kimia.  Jakarta: Balai Pustaka.